Minggu, 12 Maret 2017

Senin. #seminggusebelumkamuputuskanku

Seperti biasa aku berangkat pagi - pagi pukul 07:00, 30 menit sebelum kuliah pagi dimulai.
dengan berjalan kaki melewati rel kereta dan beberapa gang kecil di daerah perkampungan mahasiswa selama kurang lebih 10 menit aku sampai di gedung laboratorium biologi 2.

Aku memilih barisan duduk paling depan, tepat di depan dosen menjelaskan.
Entah, akhir - akhir ini rasanya aku lebih suka duduk di depan.
Meskipun menahan konsentrasi di depan selama 100 menit itu hal yang sangat menyulitkan.
Belum lagi ditambah dosen yang sangat membosankan ketika menjelaskan materi.

..
100 menit terlewati, kelas ekofisiologi tumbuhan selesai.
Aku buru - buru memasukan buku catatan ku, yang kali ini hanya setengah lembar aku catat.
Aku bukannya pemalas.
Hanya saja tadi aku sangat tidak mengerti tentang kurva - kurva laju pertumbuhan yang dijelaskan oleh bapak dosen. Jadi aku lebih memilih diam, tak menulis. Dan pelan - pelan mencoba memahami walau sulit.
..
Teman - teman ku satu persatu keluar dari kelas, akupun segera mengikuti.
Senin hanya ada satu mata kuliah, mengingat semester semakin menua maka semakin jarang mata kuliah.

Akupun berjalan melewati lorong keluar gedung tersebut. Aku berjalan terus sampai aku menemukan dirimu duduk berdua dengan temanmu di taman MIPA.

Aku ingat saat itu kamu memakai pakaian PDH, padahal hari itu adalah hari senin. Berpakaian PDH seharusnya hari kamis.
Tapi kali ini kamu memakaianya. Cukup rapi. Terlihat di punggungmu tertulis "Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen" , dengan memakai tas ransel hitam, kamupun menemukan diriku dari kejauhan, tersenyum. Akupun membalas senyum itu.

Aku menghampirimu, dan dengan tiba - tiba
"Sayang, maaf, aku gak bisa nganterin kamu ambil bunga, maaf banget" katamu..
"Yah kenapa, hari ini banyak banget bunga yang mau aku ambil" aku memasang muka memelas cukup tak terima dengan dia yang tak bisa menemani
"Ini ada temen aku,kamu bareng dia aja ya, fi nitip ya pacar gue jagain, kalo dia pegangan lo juga gak apa - apa. hehehe Ya sudah ya sayang aku balik ke ekonomi dulu. Ini udah di tunggu temen - temen ada acara", aku hanya tersenyum tipis tanpa berkata - kata
"Jangan marah, nanti aku bingung" kalimat terakhir darimu sebelum melangkah pergi dan sejenak mengusap - usap kepala ku
Aku masih tersenyum tipis
entahlah, aku masih bisa tersenyum meski dikecewakan
Padahal jelas semalam kamu telah berjanji untuk menemaniku mengambil bunga.
Tapi kali ini seolah kamu melupa
Dan kamu lebih menitipkan aku kepada temanmu.
..
"Val aku tidak apa - apa. Tapi aku tidak tau acara di kampus mu itu acara apa dan sepenting apa. Seperti biasa aku terima kamu mengikari janji - janji lagi. Dan satu hal, Raffi teman mu adalah orang yang sering mengechat ku untuk menemaninya dan selalu aku tolak. Aku tidak pernah bilang kepada mu karna tidak ingin merusak persahabatan kalian. Tapi kali ini kamu menitipkan aku kepada nya"
.

Rabu, 01 Maret 2017

Tak peduli

Sebab kamu punya yang tak dipunyai orang lain.
Itupun menurut penilaian mataku.
Jika orang lain menilai lain, aku tak peduli.
Aku hanya peduli pada saat dan kini aku benar - benar jatuh cinta kepadamu.
Walau aku lebih jauh dari yang lainnya, dari banyak segi penilaian.
Aku juga tak peduli.
aku sayang kamu, urusan ku hanya menyayangimu.
sekali lagi untuk hal - hal lain, aku tak mengurusi.

Minggu, 26 Februari 2017

Bagaimana bisa

Bagaimana bisa kamu menjalani hubungan dengan seseorang sedangkan beratus hari tidak bertemu ?

Bagaimana bisa kamu menahan rindu berlama - lama tanpa diobati ?

Bagaimana bisa kamu bertahan sekuat itu ?

Bagaimana bisa kamu tidak banyak meminta lebih ?

Bagaimana bisa kamu benar - benar tidak apa - apa ?

Bagaimana caranya ?
Kamu sehebat ini.